INFOGRAFIS

header ads

Indonesia Punya Callind, Sudah Waktunya Whatshapp Diblokir


Bertepatan dengan peringatan hari Kartini 21 April 2018, telah lahir sebuah aplikasi chat karya anak negeri. Callind namanya singkatan dari Call Indonesia merupakan aplikasi chat (media sosial) hasil karya Novi Wahyu Ningsih gadis asal Desa Tepakyang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Berdasarkan Informasi yang dihimpun dari Tribunnews.com (terbit 21 April 2018, 16:23 WIB), Novi sang penggagas aplikasi menuturkan bahwa “Callind memiliki keunggulan atas whatshapp, Callind bisa menemukan sesama pegguna dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Selain sebagai media komunikasi Callind juga bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK)”.

Hadirnya Callind menandakan anak negeri kini bisa disejajarkan dengan Mark Zuckerberg sang penggagas Facebook, Jan Koum bersama Brian Acton sebagai para pendiri Whatshapp ataupun Lee Hae-Jin sang pendiri aplikasi Line. Facebook. Whatshapp dan Line merupakan aplikasi media sosial yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Sehingga hadirnya Callind juga sebagai salah satu jalan menangkal mental inferior warisan penjajah yang telah lama memberangus bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia bahkan dunia harus tahu, banyak anak Indonesia yang hebat-hebat dan mampu berinovasi untuk menciptakan produk teknologi terbaru, salah satunya Novi Wahyu Ningsih sang penggagas Callind.

Seiring bertambahnya pengguna android di Indonesia, kehidupan masyarakat indonesia tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dunia maya melalui aplikasi-aplikasi media sosial yang disebutkan sebelumnya. Sepanjang tahun 2017 saja jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 143 juta pengguna (Sumber : www.kompas.com).  Hal ini mengisyaratkan Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan bagi perusahaan media sosial dunia. Tidaklah heran, perusahaan perusahaan Media Sosial dunia terus berinovasi menyuguhkan fitur-fitur menarik dalam produk aplikasi mereka demi memikat hati jutaan pengguna internet Indonesia. 

Untuk saat ini, Callind bisa dibilang kepopulerannya masih kalah mentereng dibanding facebook, Whatshapp buatan Amerika, Callind masih terdengar asing dibanding Line produk Korea Selatan. Olehnya itu demi melindungi produk anak negeri tersebut, hal yang pertama harus dilakukan yakni mempopulerkan Callind di kalangan masyarakat Indonesia agar beramai-ramai beranjak dari aplikasi media sosial luar negeri kemudian berganti menggunakan Callind.

Hal kedua yang harus diwujudkan, pemerintah tidak boleh hanya menganjurkan rakyat Indonesia agar menggunakan Callind, seperti halnya yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada saat pelaunchingan Callind 21 April 2018 lalu. Lewat pesan video berdurasi 2 menit 32 detik Menteri Kominfo mengajak pengguna internet Indonesia untuk menggunakan aplikasi buatan dalam negeri (dikutip dari: siaran pers no.93/hm/kominfo/04/2108). Pemerintah harus melindungi produk dalam negeri, tidak hanya lewat seruan lisan atau tulisan tetapi harus lewat regulasi, pemerintah harus mencontoh Tiongkok yang berani memblokir Whatshapp demi tumbuh kembangnya aplikasi WeChat produk asli dalam negeri mereka. Untuk itu agar pengguna Callind berkembang pesat di Indonesia, Whatshapp harus sesegera mungkin diblokir oleh pemerintah kita.

Penulis : LAW

Post a comment

0 Comments