INFOGRAFIS

header ads

Jalan Kebaikan di Tanah Rantau (Kota Seberang)

Gambar : VOA-ISLAM.COM


Kota kendari

Bismillah
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Pada tahun 2011 saya di lepaskan orang tua untuk menuntut ilmu di kota sebrang, saya sebut tanah rantau sebagai kota penyebrangan untuk menuntut ilmu. saat itu umur saya masih terlalu muda untuk di lepaskan begitu saja tanpa pengawasan orang tua, di kota sebrang ini kewajiban saya sebagai anak harus focus pada pendidikan untuk menyelesaikan studi.

Tibalah saya di kota peyebrangan ini pada tahun 2011, menatap baik-baik kota ini  betekad dalam hati saya, ( InsyaAllah kamu pasti bisa melewati semuanya  ALLAH pasti memberikan jalan baik di kota ini entah kapan itu akan terjadi ).

Menempuh pendidikan SMA  di kota sebrang, saya memilih sekolah SMK saat itu sebut saja sekolah saya STM ( Sekolah Teknik Menengah ). Di mana sekolah tersebut sangat di kenal di kalangan Masyarakat kota. Tak jarang tanggapan negative tentang sekolah itu melekat di mata masyarakat kota.  Tapi justru menarik perhatian saya  untuk menyelesaikan studi di sekolah itu. Karena ada satu alasan yang kuat saya wanita tomboy yang hampir saja menjadi lelaki, (Naudzubillah) tapi harus di garis bawahi saya masih normal.

Hari pertama masuk sekolah, teringat akan kata-kata teman seusiaku di kampung halaman ( kamu akan semakin nakal kalo kamu sekolah di sana ), Saya harus buktikan yang dulu InsyaAllah bisa berubah.

Masuknya saya di sekolah itu saya sangat minim dengan ilmu agama, tidak paham akan aurat wanita dan tidak paham akan semuanya tentang islam yang  membawa ketenangan.

Saya duduk di bangku kelas satu semester 2 Saat itu, Takdir Allah di pertemukan saya oleh ketua osis sekolah, dengan ibu guru  kami yang berperan aktif dalam dunia dakwah. Saya bahkan tidak memahami sebenarnya maksud dan tujuan ketua osis saya ini apa. Tapi saya harus netral dalam bersikap tidak boleh lari dari ibu guru itu ataupun cuek, Saya harus betah, begitu terpaksa rasanya. Selang berbicang-bicang saya di pilih menjadi penagung jawab rohis  di bidang perempuan,  Saya benar-benar kaget luar biasa, ( Astagfirullah., paham apa saya tentang rohani islam tidakkkkkkkkk ini mimpi saya hanyalah wanita tomboy nakal kacau dan lainnya).Tarik nafas dalam-dalam saat itu dengan ragu-ragu saya mejawab iya InsyaAllah bisa bu. 

Sejak saat itu, saya mulai aktif di dunia dakwah sekolah, hari-hari yang saya lewati semakin membakar hati, karena ada beberap pihak teman dan sekolah kontra dengan keadaan rohis sekolah kami. Alhamdulillah saat itu saya berperan aktif  di dunia Osis sekolah dan dekat dengan guru-guru di sekolah jadi suasana tidak terlalu rumit. Dan terkadang saya meningalkan kelas demi rohis sekolah, hujatan dari teman kelas pun hampir  aku terima tiap hari. Tapi justru saya semakin semangat mengurus rohis. ( Menurut psikolog usia  17-an  itu  semangatnya tinggi  hehehe).

Hari demi hari saya  lalui bersama dengan tim rohis sekolah dan Pembina rohis sekolah pun terjalin sangat baik, tapi ada yang membuat kami merasa tidak menyangkan ketika rohis sekolah di nonaktifkan. Bagi saya ini adalah hal yang paling rumit dalam hidup saya. Bagaimana bisa ini terjadi, ( saya tidak bisa berbuat lebih  dan tim rohis pun juga tak bisa apa-apa).

Di tahun 2014 saya sudah di sibukkan dengan tahapan ujian akhir sekolah saya mulai sibuk dengan dunia sendiri untuk lebih focus lagi pada pendidikan, dan hati saya selalu rindu dengan rohis sekolah. Sesampainya saya tamat sekolah  MasyaAllah Rohis telah aktif kembali disekolah kami.

Masuklah saya pada salah satu Universitas  di kota ini Alhamdulillah saya lulus dengan  jurusan yang sama pada jaman waktu saya sekolah. ( Konsentrasi Arsitektur ).

Saya sangat bersyukur pada Allah SWT. Masih memberikan kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini.  Awal  memasuki Universitas ini saya sangat takjub MasyaAllah meilhat wanita solehah yang bertebaran di kampus itu, ( saya merindukan rohis sekolah saya harus memulai di kampus ini dari nol lagi ). 

Perkulihan Kampus pun mulai Aktif, untuk Fakultas Teknik di Uversitas ini sangat disiplin dengan aturan perkuliahan Mahasiswa. Dan suatu ketika Saya tertarik pada aktivitas wanita-wanita solehah itu, apa yang mereka sedang lakukan ?. ( wanita-wanita itu adalah aktivis dakwah kampus yang berperan aktif dalam lembaga dakwah di tiap-tiap Fakultas).

Dan  Allah menjebak saya dalam situasi Kebaikan, MasyaAllah  saya mulai di sibukkan kembali dengan dunia dakwah itu ( begitu merindukannya ), lagi dan lagi saya mengucap syukur pada Allah selalu melibatkan saya dalam jalan kebaikan ini. Saya tidak akan pernah bisa menikmati hidup ini dengan jiwa yang tenang, ketika Allah jauhkan dari jalan kebaikan.  

Dan di Fakultas saya sendiri masih jarang Mahasiswi  mengunakan cadar ( kain penutup wajah). tak jarang saya mendapat tuduhan seperti : terror, isis, pencuri dan tanggapan negative lainnya. Saya tidak membalik marah dengan tuduhan seperti itu justru saya terseyum di balik kain penutup wajah itu.  Alhamdulillah Allah selalu menguatkan saya di jalan kebaikan ini.

Rasanya tak ada henti-hentiya saya bersyukur pada Allah SWT yang telah menggerakan hati saya untuk melangkah lebih dekat menuju JalanNya. Tak jarang air mata saya menetes di saat sendiri, bukan tentang  menyesali apa yang saya jalani saat ini, tapi Allah begitu menjaga saya dalam perjalanan hidup saya selama di tanah rantau ini, tanpa pengawasan orang tua tercinta. Jika di rumuskan dengan logika ini tidak akan pernah terjadi seorang wanita tomboy yang dulunya tidak paham akan aurat dan suka bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahram, (tetapi Allah berkehendak lain Allah sayang pada hambanya yang meniti jalan kebaiakan)  Semoga sampai akhir hayat Allah  mengistiqomahkan.

2011 sampai 2018 itu bukanlah waktu yang singkat untuk bertahan di tanah rantau, Saya menemukan jalan kebaikan  di tanah Rantau di kota sebrang ini. yang benar-benar menyetuh hati saya. Selama 7 tahun lebih  saya merajut diri untuk tidak tergoda dengan dunia yang gemerlap. Itu semua karena Allah yang menggerkan hati saya. Bersambung . . .

Jika saya menceritakan semuanya teman-teman  tidak akan kuat untuk membacanya. Saya cukupkan tulisan ini semoga kisah singkat ini, sedikit mengisipirasi teman-teman semua.

Terima kasih telah menyita waktu untuk membaca  kisah hijrah saya, sekali lagi semoga bermanfaat, semoga kita semua istiqomah hinggah yaumil akhir kelak.

“Kejerlah jalan kebaikan itu hingga sakit yang engkau rasakan, ingatlah perjuangan Rasulullah SAW sampai sebagian tubunya robek dalam membela agama ini. Tetapi beliau tidak pernah lelah, beliau begitu Luar biasa MasyaAllah meniti jalan dakwah hingga di perjuangan terahirnya beliau wafat Menyebutkan kita dalam nafas terakhirnya 3x ummat ummat ummat."

Note : Kesalahan datangnya dari saya kebenaran hanya Milik Allah
Kebaikan perjuangkan
“Salam hangat dariku semoga apa yang di semogakan Allah semogakan”
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Penulis : Jumiati (Mahasiswa Arsitektur FT-UHO)
  






Post a comment

0 Comments