INFOGRAFIS

header ads

May Day (Hari Buruh) di Indonesia

Sumber Foto : Google.


Diterimanya tanggal 1 Mei sebagai hari buruh internasional di Indonesia dan di tetapkannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional memiliki perjalan panjang dalam sejarah Indonesia. May day atau dikenal Hari Buruh awalnya timbul akibat pergolakan kaum buruh pada tanggal 1 Mei 1886 di Amerika Serikat sebanyak 400 ribu buruh melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut 8 jam kerja karena rata-rata dari mereka bekerja selama 18 jam dan 20 jam dalam sehari. Demonstrasi tersebut berlangsung selama 4 hari, tak disangka pada hari terakhir yaitu pada tanggal 4 Mei 1886 gerakan yang dibangun buruh mengalami tindakan represif dari Polisi Amerika berupa penembakan yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan pemimpinnya ditangkap dan dihukum mati. Sebagai bentuk penghormatan bagi para buruh yang menjadi korban dalam peristiwa demonstrasi tersebut, maka pada Kongres Sosialis Dunia yang di selenggarakan di Paris Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia (May day).

Di Indonesia sendiri  pergerakan kaum buruh muncul karena adanya konsekuensi dari imperialisme yang dimana imperialisme itu sendiri merupakan perpanjangan tangan dari kapitalisme dan kapitalisme itu juga melahirkan kasta atau kelas yang saling bertentangan yaitu kelas Kapitalis dan kelas Proletar (Buruh). Pada permulaan abad 20 di Indonesia  muncullah kelas-kelas baru yang mulai menyiapkan diri untuk melawan penindasan terhadap imperialisme, yakni pada tahun 1905 kelas buruh mulai mengorganisasi dirinya dalam suatu serikat buruh Staatspoorwegen Bond (SS BOND), kenyataan menunjukan bahwa kelas buruh mengorganisasi dirinya lebih dulu daripada kaum intelektual bangsawan (Budi Utomo) tahun 1908, dan kaum kelompok dagang dalam tahun 1911(Serikat Dagang Indonesia yang berubah menjadi organisasi massa yang luas dengan nama Serikat Islam), namun SS BOND itu sendiri tidak tumbuh menjadi organisasi yang militan yang menyebabkan organisasi ini berakhir pada tahun 1912. Pada tahun 1908 muncullah serikat buruh kereta api yang di kenal dengan nama Vereeniging van Spoor-en Tramweg Personeel in Nederlandsch Indie (VSTP) serikat ini memiliki basis yang lebih luas ketimbang SS BOND,karena melibatkan semua buruh tanpa membedakan ras, jenis pekerjaan dan pangkat dalam perusahaan.VSTP sendiri dibawah kepemimpinan semaun dan hank sneevliet tumbuh menjadi organisasi yang militan terutama sejak tahun 1913.

Perayaan Hari Buruh (May day) di Indonesia pertama kali diadakan di Surabaya pada tahun 1918. Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan yang pertama kali menggelar peringatan Hari Buruh tersebut. Serikat buruh ini bermarkas di Shanghai China, namun mempunyai ratusan anggota di surabaya. Sejak saat itu gerakan buruh dalam peringatan May day rutin di selenggarakan dan biasanya selau diwarnai dengan aksi pemogokan dan demonstrasi.

Di tahun 1926 hingga 1927  terjadinya pergolakan yang dilakukan oleh kaum komunis terhadap pemerintah Kolonial Belanda, dan imbasnya peringatan May Day sangat sulit untuk dilakukan. Pemerintah kolonial Belanda pada saat itu melarang kaum pekerja untuk melakukan perayaan hari buruh sedunia (May day).

Peringatan hari buruh mulai diadakan lagi setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 1946 dan 1947 peringatan May Day selalu dilaksanakan dengan betul-betul meriah terjadi  di semua kantor, perusahaan, pabrik, sekolah dan bahkan di desa-desa. Pada tahun 1948 meski dalam keadaan agresi militer belanda perayaan hari buruh tetap dilaksanakan dengan meriah contohnya saja di Yogyakarta 200 ribu hingga 300 ribu orang membanjiri alun-alun untuk memperingati Hari Buruh Sedunia, dan di tahun ini pula di keluarkannya UU Kerja nomor 12/1948 mengesahkan tanggal 1 Mei sebagai tanggal resmi hari Buruh. Pada pasal 15 ayat 2 UU Kerja nomor 12/1948 berbunyi ‘’Pada hari 1 Mei Buruh di bebaskan dari kewajiban bekerja.’’Jadi ketika pada masa pemerintahan Bung Karno peringatan Hari Buruh Internasional berjalan dan resmi diakui oleh negara.

Pada saat rezim Orde Baru mengambil alih kekuasaan peringatan May Day mendapat pelarangan keras dari pemerintah. 1 Mei atau Hari Buruh sedunia itu dianggap adalah miliknya komunis atau milik mereka yang mengikuti ajaran Marxisme, hal ini tidak lepas dari peristiwa G 30 S atau saya lebih suka menyebutnya Genosida yang dalam peristiwa ini segala kekuatan revolusioner progresif di hilangkan dan ditumpas oleh rezim yang akan mengambil alih kekuasaan, dampaknya setelah rezim orde baru berkuasa kebebasan buruh untuk berserikat dan kebebasan berpendapat di muka umum di belenggu oleh rantai kekuasaan orde baru. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah yang berkuasa mengarahkan negara kepada kepentingan kapitalisme yang dimana buruh hanya dijadikan alat untuk memperkaya industri yang dikuasai oleh segelintir orang saja tanpa memperhatikan nasib kaum buruh yang banyak jumlahnya tapi mendapatkan upah dari keringatnya yang hanya cukup untuk makan saja,ini tentu akan membuat majikan atau pemilik industri makin kaya sementara buruh tetap menderita dan sengsara.

Pada saat pemerintahan orde baru Serikat Buruh kemudian digiring lebih kepada orientasi ekonomis, bukan lagi mempertentangkan kelas. Bersamaan dengan arah pemerintahan orde baru pada saat itu di bentuklah Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) dan kemudian berubah menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Pada tahun 1977 Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 20 Februari sebagai hari buruh sebab, pada tanggal itu adalah peringatan empat tahun berdirinya FBSI. Namun organisasi FBSI atau SPSI tidak terlalu memberikan sumbangan yang begitu besar bagi kaum buruh hal ini terlihat dengan masih banyaknya hak-hak buruh yang belum mereka dapatkan.

Pada saat orde baru jatuh ini menunjukan titik balik demokrasi di Indonesia mulai terlihat kembali, kebebasan buruh untuk menyuarakan pendapatnya mulai terlihat yakni pada tahun 2000, buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, demonstrasi besar-besaran tersebut membuat resah pengusaha-pengusaha kapitalis, sebab aksi tersebut berlangsung sepekan lamanya. Tuntutan utama dari demonstrasi tersebut adalah ditetapkannya 1 Mei menjadi hari Buruh di Indonesia sekaligus menetapkan hari itu sebagai hari libur nasional.

Sejak era reformasi gerakan buruh dalam memperingati May day mulai hidup kembali, pada tahun 2006 aksi May Day terjadi di berbagai kota di Indonesia dengan membawa isu utama menolak revisi UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan yang banyak merugikan kaum buruh.Sejak era reformasi juga setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan sebagai hari buruh (May day) dengan demonstrasi diberbagai kota. Kekhawatiran orde baru tentang gerakan buruh yang sering dinilai sebagai gerakan subversif  tidak pernah terbukti, malahan gerakan buruh di hari May day sering mengalami tindakan represif dari pihak keamanan.

Penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional dilakukan sejak tahun 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan resmi menandatangani Peraturan Presiden yang menetapkan  1 Mei sebagai hari libur nasional.

Sejarah di Indonesia membuktikan bahwa di setiap tahunnya tiap tanggal 1 Mei serikat buruh selalu mengadakan aksi dan demonstrasi dengan berbagai tuntutan yang dimana ini adalah salah satu bentuk protes mereka terhadap keadaan kerja yang mereka alami, mulai dari tuntutan jam kerja dikurangi, upah kerja yang dinaikkan dan masih banyak lagi, tetapi ketika rezim orde baru berkuasa hal ini coba dihentikan dengan alasan gerakan buruh identik dengan komunis. Setelah rezim orde baru tumbang gerakan buruh mulai kembali hidup dan setiap tanggal 1 Mei buruh kembali turun ke jalan untuk menyuarakan hak-haknya.

Pergerakan kaum buruh di Indonesia juga adalah bentuk perlawanan dari sistem kapitalisme yang melahirkan pertentangan antar kelas Kapital dan Proletar (Buruh). Yang dimana bentuk ketidakadilan yang terjadi pada kaum-kaum buruh yang dimana selama ini mereka bekerja keras tapi hasil yang mereka dapatkan hanya mencukupi untuk makan saja, sementara dipihak kaum kapitalis pemilik modal yang hanya bekerja sedikit bahkan ada yang tidak bekerja  tapi mendapatkan keuntungan yang besar. Kapitalisme selalu berusaha meraih keuntungan yang sebesar-besarnya untuk mempertahankan akumulasi modalnya tanpa memperhatikan hak-hak pekerjanya (Buruh).

Selama kapitalisme bertahan maka selama itu juga buruh semakin sulit mencapai kesejahteraan hidupnya. Karena Buruh di posisikan seperti budak yang terus dieksploitasi guna mencapai tujuan dari kapitalis.mengutip perkataan dari Adian Napitupulu yang mengatakan ‘’Dulu budak bekerja tidak dikasih upah tapi diberi makan,sekarang buruh bekerja di beri upah yang hanya cukup untuk makan, apa bedanya..??’’.

Apa sebab disatu pihak ada manusia yang bekerja keras, tetapi walaupun demikian tidak mendapatkan hasil yang cukup untuk hidup sebagai manusia, sedangkan dipihak lain ada manusia yang hidup sangat mewah dengan bekerja sedikit atau sama sekali tidak mesti bekerja untuk mendapatkan kemewahan itu. Atau kita simpulkan dengan perkataan lain : bagaimana bisa terjadi, bahwa segolongan kecil manusia menguasai hasil pekerjaan orang banyak?


Penulis : Marginal

Post a comment

0 Comments