INFOGRAFIS

header ads

REVIEW BUKU : CUCI OTAK METODE BARU UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM



Judul : Cuci Otak Metode Baru Untuk Menghancurkan Islam
Penulis : Prof. Dr. Abdul Rahman H. Habanakah
Jumlah Halaman :  44 halaman
ISBN : 979-561-230-1
Penerbit               : Gema Insani  Pers

Buku ini berkisah tentang bagaimana mekanisme atau gaya baru dalam merusak generasi islam. Dianalogikan bahwa umat islam bagaikan buah segar, tumbuh dengan lebat tetapi pemiliknya lalai, tidak mengawasinya dan memeliharanya dengan baik, sehingga di datangi ulat tanpa sepengetahuannya. Ulat tersebut besembunyi pada bagian tersamar dengan membuat lubang kecil. Tak ada yang mengtahuinya. Beraksinya ulat tersebut dari tempat yang tak tersinar matahari terus menggerogoti untuk membuat jalan bagi dirinya, sambil memakan bagian kanan dan kirinya. Begitulah ulat hidup dalam kegelapan didalam buah tadi, sambil merayap masuk  hingga ke bagian inti buah. Sampailah ia pada sasaran dan didapatkannya, makanan yang lezat. Lalu dimakannya apa yang ada disekelilingnya hingga habislah daging buah itu tinggalah kulitnya yang layu dan lantas gugur ke bumi.

Analogi diatas menginterpretasikan bahwa masyarakat islam saat ini tiada lain hanyalah labelnya saja, dan tidak beragama kecuali statusnya saja. Mereka menjadi seperti ini karena tingkah sembrono dan tipu daya musuh-musuh mereka yang terus bekerja dalam merobohkan sendi-sendi aqidah islam.

Dijelaskan pula bagaimana strategi musuh islam dalam menajalankan program jangka panjangnya. Salah satu strateginya yakni memisahkan ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum agar tidak tampak kaitan antara kedua ilmu tersebut.

Mengosongkan islam dari ajaran yang benar juga dibahas dalam buku ini diantaranya memasang perangkap yaitu memutarbalikan dan mengacaukan pikiran, sehingga menimbulkan pemahaman yang rusak pada sebagian umat islam.

Musuh-musuh islam membuat boneka yang dikirim untuk menyusup kedalam barisan kaum muslim dengan berbagai warna dan bentuk. Ada yang mendapat kedudukan politis, sebagian lagi dijadikan tokoh agama. Sehingga munculah berbagai golongan dalam islam seperti syiah, ahmadiah, isis dsb.

Musuh-musuh islam juga mempermainkan berbagai istilah, seperti; kemajuan dan keterbelakangan, modern dan konservatif, beradab dan biadab, dinamis dan statis, dan sebagainya. Menjunjung nilai agama dan akhlak diakatakan sesuatu yang kolot, konservatif, ketinggalan zaman. Sebaliknya, berlepas dari batas-batas agama dan akhlak adalah sesuatu modern dan bagian dari kemajuan perkembangan zaman.

Maksudnya, agar orang-orang menganggap baik perbuatan tercela itu dan melakukannya. Para remaja menjadi sasaran untama untuk ini, karena mereka menyukai hal-hal baru yang tampak lain daripada yang lain, lepas dari ikatan dan batas-batas.

Dijelaskan pula bagaimana kiat untuk merusak persatuan umat islam, mereka mengkotak-kotakan kaum muslimin, melalui perbedaan visi politik dan golongan. Mereka dorong kaum muslimin bersikap fanatik terhadap madzab masing-masing dan memusuhi madzab lain. Hal ini mereka laukan terhadap kaum muslimin yang beda bangsa dan tanah airnya. Buku ini pula menjabarkan bagaimana seharusnya umat islam bersatu memerangi strategi musuh islam tersebut.

Sharul Husu

Post a comment

0 Comments