INFOGRAFIS

header ads

FRONT MAHASISWA PANCASILAIS (FMP) GELAR AKSI DALAM PERINGATI MAY DAY

Masa Aksi Front Mahasiswa Pancasilais menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja & Trasmigrasi. Foto Muh. Sahlan. 

LPM URITA, Kendari - Memperingati hari buruh internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, sejumlah organisasi nasional dan aliansi mahasiswa mengadakan aksi demonstrasi besar-besaran.

Pusat aksi yang dilakukan oleh Front Mahasiswa Pancasilais adalah Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Gerakan ini di prakarsai oleh beberapa organisasi nasional dan beberapa fakultas yang ada di Universitas Halu Oleo Kendari.

Aliansi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Pancasilais ini di antaranya adalah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Keluarga Besar Mahasiswa Teknik Universitas Halu Oleo, Keluarga Besar Mahasiswa PRO Vokasi Universitas Halu Oleo, Keluarga Besar Mahasiswa Hukum Universitas Halu Oleo, dan Aliansi Mahasiswa Pejuang.

Aksi demo ini berlangsung mulai dari pukul 09.00 (1/5/2018), dengan titik kumpul di tugu Universitas Halu Oleo Kendari. Para demonstran berjalan kaki menuju ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Selain di isi dengan orasi, aksi demo tuntutan ini di warnai dengan teatrikal dan pembacaan puisi di area jalan depan tugu Religi Sultra.

“Mari Menangkan Pancasila!  Hari ini kami menyatakan menolak keras PERPRES NO. 20 Tahun 2018, dan kami menolak keras adanya tenaga kerja asing yang ada di Indonesia!” tutur Aldo Zhafar selaku Jendral Lapangan Front Mahasiswa Pancasilais saat menyatakan beberapa sikap kepada Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Pemerintah harus memberdayakan tenaga kerja lokal, dan pemerintah harus mewujudkan kesejahteraan buruh!” tegas Aldo Zhafar mengkritik pemerintahan Indonesia saat ini.

Saling dorong antara pihak kepolisian dan massa demonstran tepat di depan gerbang kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga memperpanas aksi demonstrasi. Hal ini di picu oleh massa aksi yang memaksa masuk ke area kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedangkan aparat kepolisian tak mengizinkan para demonstran masuk ke area tersebut.

“kantor ini adalah kantor milik rakyat, namun saat ini aparat kepolisian tak mengizinkan pemiliknya masuk. Kami ini mahasiswa pak, kami tak akan membuat kericuhan ketika kami di berikan ruang untuk menyampaikan hak kami.  tugas pihak kepolisian adalah melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Bukan malah mengintimidasi!” ujar Aldo Zhafar yang geram melihat masanya tidak di berikan ruang untuk menyampaikan protes di dalam kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi.


Reporter : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor     : Amal Buchari

Post a comment

0 Comments