INFOGRAFIS

header ads

Kebangkitan Nasional

Sumber Gambar : ayatayatadit.wordpress.com


Mendekati umur 73 tahun Indonesia merdeka, adil dan makmur, berkedaulatan rakyat, serta rasa persatuan nasional yang kokoh menjadi harapan bagi para pendiri bangsa ini. Cita-cita ini telah lama termaktub dalam kontitusi negara Indonesia.

Seiring bertambahnya umur bangsa ini, semakin ramai pula mereka yang berpihak pada the end of ideology. Menganggap bahwa pancasila tidak lagi mampu menjadi penopang dalam berbangsa. Terkotak-kotak dalam memperjuangkan ego intelektual sehingga rasa nasionalisme melemah.

Ditambah lagi goncangan gelombang globalisasi antara  arus luar negeri dan dalam negeri yang mengerogoti bangsa. Oleh ini amanat trisakti bung karno dimarjinalkan. Terperangkap oleh liberalisasi sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain telah menghanyutkan bangsa kedalam lembah tergelap. Bukankah ini menjadi pengusik keutuhan NKRI?

Semangat rakyat indonesia yang menggaungkan rasa kesadaran nasional pertama kali ditandai dengan peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 . Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis. Tokoh-tokoh yang mempolopori Kebangkitan Nasional, antara lain yaitu : Sutomo, Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, dr. Douwes Dekker dan Lain-lain. Betapa diperhitungkan tokoh-tokoh yang terlibat pada masa itu. Bentuk perjuangan yang tidak hanya berbekal semangat melainkan cara berpikir yang runcing sekalipun pada kondisi mencekam saat itu.

Sejak menjadi sosok bangsa yang merdeka, banyak dijumpai gejolak pasang surut komitmen dari apa yang menjadi landasan normatif negara Indonesia. Mengendurnya rasa kesadaran nasionalisme akan melahirkan penjajah baru untuk negeri. Menjadi amanah untuk setiap warga bangsa saat ini dalam mempertahankan semangat nasionalisme. Sehingga mendapat jawaban atas pertanyaan : Akankah menjadi bangsa yang besar atau menjadi bangsa yang terjajah kembali…

“kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah semangat Elang Rajawali ” – Ir. Soekarno


ET Multatuli

Post a comment

0 Comments