INFOGRAFIS

header ads

Peringati Hari Anti Tambang, LPM URITA Bersama BEM FT UHO NOBAR Film Dokumenter

Foto Bersama Usai NOBAR FIlm Dokumenter Pesta Demokrasi Berlumur Batu Bara. Foto Gilda
LPM URITA, Kendari – Dalam rangka memperigati Hari Anti Tambang  yang bertepatan pada tanggal 29 Mei 2018, Lembaga Pers Mahasiswa Ukiran Risalah Independensi Tinta Antek (LPM URITA) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (BEM FT-UHO) gelar pemutaran Film Dokumenter yang berjudul Pesta Demokrasi Berlumur Batubara di Aula FT-UHO, Selasa (29/05/2018) pukul 21:00-00:30 WITA.

Film tersebut dibuat dengan maksud menyambut Hari Anti Tambang 2018 dan Pemilukada Serentak 27 Juni 2018. Setelah pemutaran Film Dokumenter dilanjutkan dengan dialog terkait korelasi antar Pemilukada dan pertambangan yang ada di Sulawesi Tenggara yang bertema “Adakah Guna dan Manfaat PEMILUKADA Serentak Pada Keselamatan Rakyat dan Alam Dari Ancaman Tambang”. Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) SULTRA, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari, dan Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) SULTRA menjadi narasumber pada dialog malam hari itu.

Untuk diketahui pemutaran Film Dokumenter Pesta Demokrasi Berlumur Batubara  ini secara serentak digelar hampir di seluruh wilayah Nusantara yaitu Sumatera Utara, Palembang, Samarinda, Karawang, Makassar, Kendari, Madura, Tarakan, Palu, Magelang, Lampung, Balikpapan, Jember, Malang, Surabaya, dan Cirebon.

Dalam pembukaan diskusi terkait guna dan manfaat pemilukada serentak terhadap keselamatan rakyat dan alam dari ancaman tambang salah satu dari tiga pembicara mangambil pandang pada praktek pemilukada dalam lingkup Sulawesi Tenggara.

“dari program-program yang diluncurkan (visimisi) oleh ketiga kandidat yang ada di Sulawesi Tenggara ternyata memang secara programatik, itu tidak memberikan gambaran tentang bagaimana sih mengelola Sumber Daya Alam di Sulawesi Tenggara, bagaimana mengelola Sumber Daya Alam itu supaya tidak merusak lingkungan atau meminimalkan kerusakan lingkungan.”Ungkap Direktur Utama LBH Kendari saat mengantar dialog.

“yang ada adalah lebih banyak bicara tentang pembangunan, investasi, kemudian pengelolaan dana  APBD tetapi ketika kita bicara kepada persoalan lingkungan hidup maka itu kemudian tidak menjadi fokus.” Tambahnya.

Laporan : Esraimta Tarigan

Post a comment

0 Comments