INFOGRAFIS

header ads

Review Buku : Bangkitlah Gerakan Mahasiswa

Sumber Gambar : Goodreads

Judul                           : Bangkitlah Gerakan Mahasiswa

Penulis                         : Eko Prasetyo
Penerbit                       : Intrans Publishing
Jumlah Halaman          : 220 Halaman
Tahun Terbit                : Mei 2015


Pesan untuk mahasiswa 
"Kau ingin jadi apa? pengacara untuk mempertahankan huku kaum kaya, yang secara inheren tidak adil? Dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya dan menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istrahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin? Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah? Lihatlah disekililingmu dan periksa hati nuranimu. Apa kau tak mengerti bahwa tugasmu adalah sangat berbeda: untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk menghancurkan sistem yang kejam ini?" Victor Serge, Bolshevik.

Dari paras buku akan terbesit menuduh, bahwa ini akan lebih banyak menawarkan risalah-risalah perjuangan dan ajakan untuk memasifkan gerakan sosial yang sebenarnya maksud atau tujuan buku ini sama halnya buku motivasi yang banyak eksis di tokoh buku.

Interpretasinya jelas yaitu membangkitkan gerak langkah sesuai niatan penulis, hemat saya keinginan mendalam penulis agar ada pengamalan sesudah meresapi risalah yang terstruktur indah dalam bingkai keyakinan.

Lebih daripada itu tidak membangunkan sejenak propaganda lalu menidurkannya kembali dengan memunggungi apa yang sudah berusaha diyakinkan oleh penulis, tetapi mengimani serta jujur menerima bahwa perlunya benar-benar menafkahi keyakinan dengan praktis.

Pengalaman menyelami hidayah ini membawa kita pada premis bahwa jika perubahan bukanlah buah yang tiba-tiba terpanen tanpa adanya proses penyamaian-perawatan-panen. Siklusnya akan selalu demikian.

Situasi yang didesain untuk mematok fitra berfikir menjadikan diperpanjangnya masa tahanan pikiran kita yang sedang terbui, dengan kondisi kurus logika dan selalu terbiasa menahan dominasi penjajahan. Keanehan ini diterima sebagai sesuatu yang wajar dengan nilai kompromi lapang.

Kebrobrokan ini menjadi terikat sebagaimana kesakauan orang-orang yang terjebak manis kenikmatan narkotika, melepas belenggu hanya akan memperkeruh suasana hati/jiwa yang sudah kokoh terbangun.

Perlunya obat berupa syiar-syiar guna membangunkan mati surinya agen perubahan. Dan saya pikir pertama-tama, buku ini cocok untuk menjelaskan secara ringkas alasan kenapa perlu membangunkan kesadaran "bahwa penjajahan/penghisapan di atas muka bumi harus dihapus" baik penghisapan individu terhadap individu, individu terhadap kelompok, kelompok terhadap individu, dan kelompok terhadap kelompok.

Kelebihan Buku ini :
Bahasa yang digunakan cukup ringan dan renyah, mudah dipahami bagi yang belum bersentuhan secara langsung dengan gerakan sosial. Serta buku ini sangat apik menggambarkan situasi Indonesia lalu dan kini, kemudian cukup membakar pada saat lembar pertama ketika victor serge mempertanyakan keberpihakan seorang mahasiswa, menurut saya ini cukup memukul streorotif yang terbangun dimasyarakat bahkan mahasiswa itu sendiri.

Kekurangan Buku ini :
Penempatan catatan kaki ditempatkan diakhir bagian judul pembahasan yang lazimnya buku-buku selalu ditempatkan di bawah halaman, dan saya lebih nyaman ketika catatakan kaki ditempatkan di bawah halam, saya berasumsi bahwa ini dapat dengan mudah mengkoneksikan dengan kutipan yang dimaksud tanpa harus membuka halaman terlalu banyak untuk melihat catatan kaki. Ditambah lagi kesalahan penulisan lokasi Kabupaten Bombana yang seharus Sulawesi Tenggara, tetapi dalam buku ditulis Sulawesi Tengah, bukan jadi soal yang serius sebenarnya bagi saya tinggal di daerah Sulawesi Tenggara hanya akan menjadi soal bagi pembaca yang memang benar-benar tidak tidak mengetahui lokasi tersebut, yang dapat berakibat terpelintirnya informasi yang diperoleh apalagi sampai dijadikan sebagai sumber data.

Selebihnya buku ini saya sangat rekomendasikan untuk dibaca dan diamalkan oleh kaum Intelektual.



Amal Buchari

Post a comment

0 Comments