INFOGRAFIS

header ads

Antara Tanah Surga dan Kecanduan Konsumtif

Sumber Gambar : ekspresionline.com


Sudah bukan merupakan tawaran lagi jikalau Indonesia atau negeri kita tercinta ini banyak mendapat lirikan dari luar, sebuah kekayaan alam yang luar biasa dengan taburan keindahan yang menawan. Ya, mulai dari hasil tambangnya, hasil tani, hasil laut dan masih banyak lagi. Mungkin karena hal itu juga seorang Herwin Nofianto sang Sutradara film tanah surga mendapat banyak pujian dari film yang dibawanya itu.

Namun ada sesuatu yang masih menganjal dipikiran kita saat ini, mengapa sebuah negeri kaya masih saja mengimpor beras dari luar atau mengapa kita sebagai masyarakat Indonesia yang bermukim di daerah atau pinggiran tambang masih saja jauh dari kata sejahtera padahal hasil penambangan itu sendiri bernilai wow.

Bukan sebuah kesalahan jika pemikiran tersebut hadir dalam benak kita, entah apa yang terjadi, akankah ada sesuatu yang ganjal terjadi pada negeri berjulukan Zamrud Khatulistiwa ini ataukah ini sebuah takdir dari Tuhan Yang Maha Esa atau keadaan ini sebuah rekayasa sosial yang sengaja dihadirkan agar ada yang memiliki ketertarikan untuk membahas hal ini. Coba anda lihat dan buka akun media sosial anda bahwa banyak keluhan warga tentang Indonesia dengan 2/3 wilayahnya yang terhampar air asin (red, laut) tapi masih saja mengimpor garam.

Kata sang proklamator negeri ini, lebih susah mempertahankan sebuah kemerdekaan ketimbang mengcapai atau membuat sebuah kemerdekaan itu sendiri. Dan hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, sebuah teka – teki misterius yang hadir dan membutuhkan jiwa seorang pahlawan untuk menjawabnya ia akan hadir diantara semangat generasi-generasi saat ini, aamiin. Tak perlu menyalahkan sang pemegang kekuasaan karena mereka pula lagi berusaha untuk menjawab tantangan ini.

Lanjut, Indonesia adalah Negara dengan banyak predikat dari hal yang positif maupun negative, namun kali ini ada hal yang perlu anda tahu bahwa adanya esai ini bukan untuk menjatuhkan nama Indonesia melainkan menjadi renungan kita bersama bahwa inilah yang terjadi pada Indonesia, inilah yang menjadi sorot mata dunia bahwa sejak tahun 1970 hingga saat ini Indonesia merupakan salah satu negara paling konsumtif dan katanya juga meraih peringkat ke-tiga, harapanya ini tidak dijadikan kejahatan sosial yang akan hadir.

Lagi lagi kita sebagai penerus bangsa dihadapkan pada permasalahan ini kemudian apakah kita akan sanggup menjawabnya? dimana saat ini kita berada diantara ungkapan negeri surga katanya dan negera paling komsumtif.
Sekian…


Penulis             : Irjal

Post a comment

0 Comments