var uri = window.location.toString(); if (uri.indexOf("%3D","%3D") > 0) { var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("%3D")); window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri); } var uri = window.location.toString(); if (uri.indexOf("%3D%3D","%3D%3D") > 0) { var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("%3D%3D")); window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri); } var uri = window.location.toString(); if (uri.indexOf("&m=1","&m=1") > 0) { var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("&m=1")); window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri); } var uri = window.location.toString(); if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) { var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1")); window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri); } Ciheras University Kampus Mimpi Kampus Impian

INFOGRAFIS

header ads

Ciheras University Kampus Mimpi Kampus Impian

Ricky Elson bersama 4 orang Mahasiswa Kendari, usai upacara 17 Agustus 2017 di CIHUY. Foto Luthfi


Ciheras University (CIHUY) bukanlah kampus negeri ataupun swasta. Bukan pula luar negeri. CIHUY hanyalah penamaan sebuah tempat belajar. Tempat anak-anak muda dari berbagai penjuru negeri memupuk impian. Membangun Indonesia bukanlah hak semata wayang para politisi. Tetapi hak semua orang yang mau belajar. Itulah kesan yang menjadi teman pulang setiap pengunjung CIHUY.

Sesuai namanya, CIHUY  terletak di desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, kabupaten Tasikmalaya, propinsi Jawa Barat. Nama aslinya Lentera Bumi Nusantara (LBN). Tempat yang didirikan seorang Engineer jebolan Jepang. Ricky Elson, laki-laki kelahiran Padang. Belasan tahun belajar dan bekerja di Jepang. Empat belas hak paten berhasil dikukuhkannya. Namun demi mengabdi untuk negeri. Karir mentereng sebagai Engineer kelas kakap di Jepang rela ditinggalkan.

Beruntung, saya pernah ke CIHUY. Saya dan 3 teman sesama mahasiswa Elektro Universitas Halu Oleo (UHO) berkesempatan menggali ilmu di CIHUY selama 45 hari pada 2017 lalu. Sebelum ke CIHUY, terlebih dahulu kami mencari rute yang sesuai isi kantong. Kendari-Surabaya-Tasikmalaya-Ciheras, kami pilih. Kendari-Surabaya dengan pesawat. Surabaya-Tasikmalaya dan Tasikmalaya-Ciheras, kami menaiki dua bus yang berbeda. Menutup dua malam di perjalanan, akhirnya pada minggu pagi 6 agustus 2017, kami tiba di Ciheras.

Perjalanan lintas pulau lintas propinsi. Tubuh kami punya alasan kuat menuntut istirahat. Namun kincir yang menari-nari di langit biru ciheras menggagalkan tuntutan tubuh kami. Atas arahan beberapa mahasiswa KP (Kuliah Praktek) yang lebih dulu tiba di CIHUY, tas bawaan kami taruh dalam sebuah kamar di Hotel California (sebutan MES CIHUY) yang telah disediakan pengelola CIHUY. Lepas mengamankan tas, kami bergegas menuju kincir.

Kami kompak terdecak kagum memandangi kincir. Wajar, kami baru pertama melihat kincir. Puas bermain mata dengan kincir, kami lekas berkeliling menyambangi orang-orang sekitar. Berkenalan maupun mengorek informasi seputar CIHUY. Rupanya CIHUY lagi ramai-ramainya di kunjungi mahasiswa. Ada dari Ternate, Mataram, Makassar, Malang, Madiun, Jambi, Bandar Lampung, Pekan Baru, Padang, Medan, Surabaya, Bandung, Tanggerang dan Jakarta. Lebih kurang 80an mahasiswa. Alasan mayoritas kedatangan mereka di CIHUY sama seperti kami melaksanakan KP.

Malam pertama, kami turut mengikuti pertemuan Evaluasi. Kami diminta memperkenalkan diri masing-masing. Serta mengungkapkan alasan memilih CIHUY sebagai tempat KP. Kami juga diberi kabar bahwa setiap hari mahasiswa KP di CIHUY harus mengikuti Briefing dan Evaluasi.

Briefing dilaksanakan setiap jam 8 pagi. Setiap aktivitas yang direncanakan dalam satu hari dilaporkan saat briefing. Jam 8 malamnya, Evaluasi dilakukan untuk mengutarakan capaian aktivitas yang direncanakan pada Briefing pagi. Jika ada kendala, Ricky Elson maupun kakak-kakak pembimbing CIHUY tak sungkan memberi jalan solusi. Berkat rutinitas Briefing dan Evaluasi, mahasiswa dapat menghakimi sejauh mana progresifitas belajarnya.

Tak cukup sampai briefing dan Evaluasi. Setiap minggu mahasiswa harus melakukan presentasi kemajuan belajar. Menjelang kepulangan, mahasiswa juga mesti mempresentasikan hasil belajarnya selama di CIHUY.

Di CIHUY kita dapat menentukan berbagi pilihan belajar. Di bidang teknik, kita bisa belajar Perancangan Motor Listrik dan Generator, Controler Motor dan Generator, Data Loger, Perancangan dan Pembuatan Bilah, Perancangan Mobil Listrik. Selain itu kita juga bisa belajar seputar agrikultur, seperti pembuatan VCO ( Virgin Coconut Oil ), Fermentasi buah Mengkudu, Teh Kelor, Penyulingan Kapulaga dan Jahe, Beternak Domba dan Kambing, Budidaya Lele,Gurame dan Mujair.

Belajar di CIHUY tidak kaku seperti di kampus pada umumnya. Tidak monoton soal belajar dalam satu ruangan,  mahasiswa duduk melongo mendengar dosen menjelaskan. Tidak ada aroma persaingan memperebutkan nilai A. Yang terpenting mahasiswa tidak diajar agar kelak lulus langsung diterima perusahaan atau menjadi PNS. Di CIHUY mahasiswa ditanamkan rasa nasionalisme, dengan jalan "Membangun Diri Membangun Negeri". Indonesia akan menjadi negara maju apabila pemerintah dan rakyatnya mampu berkolaborasi layaknya Jepang. Makanya di CIHUY mahasiswa di arahkan untuk saling berkolaborasi demi membangun negeri.

Terlebih lagi mau belajar dengan tidak, di CIHUY sama sekali tak jadi soal. Semua dibebaskan. Mau jadikan CIHUY sekedar tempat liburankah. Terserah kita. Ricky Elson hanya mengingatkan "Terserah kalian mau buat apa di sini. Sangat sayang, kalian jauh-jauh datang dari Kendari, terus pulang tidak bawa apa-apa."

Selama di CIHUY kami berempat terbagi 2 kelompok. Ada yang mengambil controler motor dan ada juga yang pilih perancangan generator. Kami sadar untuk menguasai keduanya, waktu 45 hari tidaklah cukup. Kami komitmen harus ada yang dibawa pulang di Kendari. Kebetulan saya dan salah satu teman berasal dari pulau Muna. Berdua berinisiatif belajar cara pembuatan teh kelor. (Kelor : tanaman yang sehari-hari dijadikan sayur oleh masyarakat Muna). Kelak kami berdua berniat akan memperkenalkan Teh kelor di Muna.

CIHUY tak pernah putus kunjungan. Tak hanya mahasiswa. Guru dan Dosen pun pernah datang. CIHUY terbuka untuk umum. Bahkan beberapa mahahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri tak jarang berkunjung. Saat kami di CIHUY ada mahasiswa S3 Jepang dan S2 Belanda. Semakin tahun CIHUY semakin ramai dikunjungi. Entah untuk tujuan belajar maupun berlibur. 

Di CIHUY, KP serasa liburan. Hari-hari penuh kecerian. Tak melulu soal belajar. Setiap pagi sebelum Briefing dan sore hari, kita bisa bermain voli. Bermain bola di pantai Selatan (CIHUY bersinggungan langsung dengan Pantai Selatan Jawa). Bernyanyi di bawa kincir angin. Mengarit rumput untuk domba. Bersepeda di atas hamparan tanah berpasir. Bersantai di Rumah Masa Depan. Memandangi kincir, ombak pantai, sembari merangkai mimpi menjadi lentera di masyarakat.

Belajar, bermain, bernyanyi dan bermimpi. Tak peduli kau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku bahkan Papua. Kita sama-sama anak Indonesia. Sama-sama punya hak bermimpi. Bermimpi membangun Indonesia menjadi lebih baik. Di CIHUY semua anak Indonesia akan berani bermimpi.

Penulis : La Ode Abdul Wahid

Post a comment

0 Comments