INFOGRAFIS

header ads

KARMA Mahasiswa Tingkat Akhir

Sumber : himaindonesia.com
Saya sangat senang membaca. Saya juga senang nulis. Hambatannya, bingung mau nulis tentang apa, hehe. Nyari ide tulisan, tapi gak ada. Mau nulis tentang cinta, yaelah, kisah cinta sendiri aja terjun bebas. Kemudian saya berpikir, saya kan mahasiswa, semester akhir lagi, gak lulus-lulus, udah kayak jomblo, ngenes. Yaudah, nulis tentang lika liku manusia budak tugas akhir ajalah.

Jadi gini, untuk para mahasiswa, bersikaplah yang baik. Apalagi buat para mahasiswa pemula, jaga prilaku. Gak usah songong. Apalagi sama senior. Jadi mahasiswa itu gak selamanya nikmat, kecuali memang kalo passion kamu emang jadi mahasiswa. Sekarang saya adalah mahasiswa akhir, mahasiswa maha senior. Banyak hal yang dulu saya lakukan saat masih junior, salah satunya ngejekin senior, sekarang terjadi kepada saya. Dan rasanya itu, SAKIT.

Pertanyaan mematikan bagi mahasiswa tingkat akhir yaitu, "kapan wisuda?". Yang lebih menyakitkan, pertanyaan ini sering ditanyakan oleh para mahasiswa pemula alias junior. Pertanyaan ini sering saya tanyakan pada senior saya sewaktu saya masih pemula di kampus. Sebenarnya pertanyaan itu saya tanyakan buat sekedar bercanda. Senior yang saya tanyai hanya tersenyum menanggapi. Sekarang saya tau rasanya ditanyai seperti itu. Akhirnya saya tau senyuman para seniorku dulu hanyalah pencitraan, di dalam mereka tercabik-cabik, sempat terlintas untuk gantung diri. Jawaban paling idealis dari pertanyaan seperti itu adalah, “doain tahun ini”. Yang sebenarnya hanya omong kosong. Kenapa saya tau, karna sekarang saya dalam posisi itu.

Serangan mematikan selanjutnya adalah sebuah pertanyaan, “skripsi udah nyampe mana?”. Jawaban paling aman adalah, “aman, masih dalam proses”. Skripsi kok aman, emangnya mau dimalingin. Sekarang saya tau, jawaban seperti itu hanyalah jawaban ngeles. Boro-boro mau nyusun, judul aja belum ada. Lebih sering nge push rank daripada bacain jurnal. Teman seangkatan wisuda, kita sibuk ngumpulin pulsa buat beli skin hero.

Suatu hari terjadi percakapan antara saya dan senior saya.
“Kita mau pergi mana kak“ (Kak, mau kemana?)
“Sa mo ke jurusan dulu ee, mo liat teman ujian” (Mau ke jurusan, ngeliatin teman ujiian skripsi).
“Teman trus kita liat, kita kapan” (Ngeliatin teman mulu, kakak sendiri kapan?)
Boom. ULTIMATE. Rasanya itu loh, perih. Kayak ditinggal pas lagi sayang sayangnya. Rasanya pengen duduk dipojokan garuk tembok terus nangis nangis. Saya tau persis, karna saya gitu waktu ditinggal oleh orang yang saya sayang.

Belum lagi permasalahan yang lain. Apapun yang dilakukan sama mahasiswa tingkat akhir (akut)  itu selalu salah. Contohnya, waktu mau nolongin adik junior. Niat baik, eh malah dikirain modus. Kan kampret. Sampe ada istilah pengabdi maba (mahasiswa baru) buat senior yang “niat baik” nolongin junior. Padahal kan kita niatnya baik. Mau membagi ilmu yang kita dapat selama DELAPAN semester di kampus. Hadeh.

Apasih salahnya jadi  mahasiswa akhir. Kan gak ada yang salah. Emangnya dikira kita gak mau lulus apa. Ini juga lagi usaha. Setiap orang itu punya masa, ada waktunya tersendiri. Mungkin aja ada yang lulus cepat, dapat kerja sepuluh tahun kemudian. Ada yang lulusnya lama (asal jangan kelamaan, sampe dikirain bapak dosen misalnya sama junior), begitu lulus dapat kerja. Langsung dapat jodoh lagi, cantik, soleha, mau diajak susah, plus orang kaya. Kan mantap. Masa depan gak ada yang tau. Morgan Freeman aja dapat peran penting di film saat udah kepala lima. J.K. Rowling harus menunggu 32 tahun untuk menerbitkan buku Harry Potter setelah ditolak oleh 12 publisher. Apakah mereka dikatakan tidak sukses, saya pikir tidak. Intinya kita semua bekerja pada zona waktu kita masing masing.

Seperti itulah salah satu contoh cara untuk  memotivasi diri sendiri agar tidak depresi lalu bunuh diri. Mahasiswa tingkat akhir itu udah kenyang dengan motivasi, tinggal butuh kemurahan hati dosen doang. Supaya cepat lulus. Tapi, tak perlu bersedih, anda tidak sendiri.

Penulis: Ikhdat
Mahasiswa Pend. Sastra Inggris UHO 2014,
Anggota Marobea Writer`s Club ( Klub Penulis Amatir Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Muna Barat)

Post a comment

0 Comments