INFOGRAFIS

header ads

Ketika Perempuan Menindas Kaumnya Sendiri

Sumber : https://mahardhikayogyakarta.wordpress.com

Oleh : Sri Destiana, Kartini E-Kom LMND UHO

Kita sering mendengar jeritan kaum perempuan tentang dirinya yang merasa tertindas. Meneriakan keadilan untuk kaum perempuan dengan tulisan-tulisan dan foto-foto yang dengan bangganya memperlihatkan pembelaan kaum perempuan.

Dalam kesadaran bahwa kaum pria lah yang dari dulu dituding dalam tindakan tersebut. Tetapi kita juga tidak sadar atau sering mengabaikan bahwa, kaum perempuan bisa menindas kaumnya sendiri.

Jika memperhatikan lebih jelas, maka hal tersebut benar adanya. Kaum perempuan dapat menindas kaumnya sendiri dengan berbagai macam hal yang sering kita lihat tapi sering terabaikan. Misalnya dalam hal diskriminasi antara perempuan yang satu dengan yang lainnya, baik dalam lingkup pendidikan, pekerjaan dan terkadang dalam kehidupan sehari-hari.

Hal pertama dalam lingkup pendidikan, masih adanya kegiatan bullying dalam sekolah-sekolah dan dalam lingkup Universitas yang masih melakukan penindasan tersebut, dan terkadang mengalami kematian.

Hal yang kedua dalam lingkup pekerjaan, juga sering terjadi berupa tindakan nonfisik, misalnya menjadi bahan ejekan atau gosip, dikucilkan dari lingkungan pertemanan dan mengintimidasi, baik yang berkaitan dengan penampilan maupun kinerja.

Selain itu, Penindasan juga berdampak buruk atas para penindas itu sendiri. Jika tidak dihentikan semasa kecil, kemungkinan besar sewaktu dewasa, mereka menindas orang lain di tempat kerja. Malah, beberapa penelitian menyingkapkan bahwa orang-orang yang pernah menjadi penindas semasa anak-anak mengembangkan pola perilaku yang bertahan hingga dewasa. Mereka juga lebih besar kemungkinannya memiliki catatan kriminal daripada orang-orang yang bukan penindas.

Dimana hal tersebut seharusnya tidak harus terjadi dan harus dihilangkan. Dalam hai ini kita dapat melihat tidak adanya kata "konsisten", ketika ingin memperjuangkan kaum perempuan. Untuk apa adanya gerakan kaum perempuan yang ingin membuat semua perempuan bangkit dalam ketertindasan. Untuk apa adanya organisasi-organisasi yang mendukung  bangkitnya kaum perempuan. Tetapi kaum perempuan juga lah yang masih melakukan penindasan tersebut.

Jadi jika perlu tidak usah adanya bangkit melawan penindasan. Toh, semua sia-sia, jika ternyata yang diperjuangkan masih melakukan penindasan sesama kaumnya. Jika semua orang sadar, maka mereka bisa berpendapat bahwa kaum perempuan tidak konsisten.

Untuk itu sebelum meneriakan ketidak adilan tersebut, maka perhatikanlah hal-hal yang memang penting. Agar ketika kaum perempuan bersuara, maka hal tersebut tidak menjadi sia-sia.

Post a comment

0 Comments