INFOGRAFIS

header ads

Menjadi Minoritas, Perempuan Teknik Bersuara

Dian Witriani Putri & leting-letingnya. Foto pribadi.

Hanya segelintir perempuan yang memiliki nyali untuk memilih kuliah di jurusan Teknik. Fenomena ini memuluskan sangkaan, jurusan Teknik itu adalah jurusan para lelaki. Kebanyakan perempuan umumnya memilih kuliah di jurusan rumpun kesehatan, ekonomi maupun pendidikan. Tak terkecuali di jurusan Teknik UHO, keberadaan perempuan tak bisa mengelakan keminoritasannya. 

Pada kesempatan kali ini, Tim LPM URITA mencoba menghadirkan sisi unik bermahasiswa para perempuan yang hidup di tengah kemayoritasan laki-laki. 

Dian Witriani Putri salah satunya. Mahasiswa jurusan D3 Teknik Sipil Angkatan 2016 ini mengungkapkan (21/11/2018) bahwa menjadi minoritas itu ternyata menyenangkan. 

‘’Sebagai mahasiswa teknik, yang minoritas yaitu perempuan. Awalnya memang ada rasa tidak pede, dan takut tentunya, karena terlalu banyak laki-laki di dalamya. Seiring berjalanya waktu, menjadi minoritas ternyata menyenangkan, merasa dilindungi, dan merasa paling cantik, dan masih banyak lagi.’’ Ungkapnya.

Tak hanya sampai di situ, Dian Witriani Putri juga kini dipercayakan sebagai Wakil Ketua Himpunan D3 Teknik Sipil. Meski awalnya merasa canggung, namun berkat dukungan senior dan leting-letingnya, ia akhirnya dapat memusnakan kecanggungannya.

Di kesepatan lain, Tim LPM URITA menemui Andi Sulfiana Syukri. Ia merupakan satu dari empat total mahasiswa perempuan S1 Elektro angkatan 2016. Dari pengakuannya, Ia merasa aman-aman saja dan nyaman menjadi minoritas di Teknik.

"Awalnya, sa kaget karena sendiri ji  perempuan, sa takut-takut. Setelah itu sa ketemu Irma, Hayati, Mita (tiga perempuan S1 Elektro 2016 lainnya)  lalu sa kenalan sama mereka,  di situ perasaanku mulai berubah karena ada ji  temanku perempuan. Seiring berjalanya waktu saya diperkenalkan sama senior di kampus bahwa perempuan itu sebagai minoritas harus dijaga dan dilindungi, akhirnya sampai sekarang saya merasa aman-aman saja." Terang perempuan yang akrab disapa Upi ini.
 
Andi Sulfiana Syukri & leting-letingnya. Foto pribadi
Pengakuan senada dilontarkan oleh Riska Yanti Landalu, mahasiswa S1 Mesin angkatan 2016. Awalnya ia merasa agak susah untuk bergaul sesama mahasiswa teknik yang mayoritas laki-laki, tetapi seiring berjalanya waktu ia pun merasa bangga. 

"Sa bangga kuliah di Teknik. Pertama sa pikir akan susah bergaul dengan leting-leting, karna di teknik mayoritasnya laki laki. Tapi ternyata nda sesusah yang sa pikir. Mungkin karna di teknik yang minoritas diistimewakan. Istimewa seperti di jaga, di perhatikan, Apalagi jurusanku teknik Mesin, yang memang sedikit sekali perempuan. Perempuan di teknik sangat di hargai.” Ungkap Riska Yanti Landalu.
Riska Yanti Landalu & 2 letingnya. Foto Pribadi

Reporter : Irham Jalaluddin
Editor : La Ode Abdul Wahid

Post a comment

0 Comments