INFOGRAFIS

header ads

Melencengnya Makna Hari Ibu

Illustrasi Kasih Ibu. Sumber Google.
Selamat Hari Ibu!
Itu yang biasa kita dengar setiap tanggal 22 Desember.

Dalam perayaan ditanggal 22 Desember tersebut biasanya masyarakat, terutama seorang anak mengungkapkan rasa cintanya dengan ucapan kasih sayang atau memberikan hadiah kepada sang Ibu. Untuk sekarang ini Hari Ibu dirayakan sebagai momen menumpahkan rasa cinta, lewat laman media sosial dan penuh dengan kata-kata indah bersanding dengan foto si pemilik akun.

Bicara tentang Hari Ibu, menurut sejarah tanggal perayaan ini diresmikan oleh presiden Soekarno dibawah keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.

Orang-orang saling bertukar hadiah, menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba dan memakai kebaya. Entah untuk apa mereka melakukannya. Kebiasaan orang Indonesia sebagian masyarakat mengubah suatu makna dari makna aslinya dan sebagian masyarakat mengikuti dan menjadikannya budaya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari tanggal 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres tersebut diselenggarakan disebuah gedung bernama Dalem Jayadipura, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Sebenarnya tidak salah juga untuk masyarakat yang melakukannya, karna untuk mereka itu lah makna Hari Ibu. Tetapi kita selalu melupakan sejarah, seharusnya di Hari Ibu ini kita merayakan semangat semua perempuan Indonesia untuk kesadaran berbangsa dan bernegara, saling bahu-membahu untuk kesadaran para perempuan yang ada di Indonesia. Bukan dengan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.

Lewat Hari Ibu ini saling memperingatkan tentang makna sesungguhnya dibalik Hari Ibu, saling bertukar pikiran tentang apa yang harus dilakukan perempuan Indonesia  supaya perempuan bisa juga berguna untuk bangsa dan negaranya. Kalau hanya untuk memanjang wajah kalian dan wajah ibu kalian dimedia sosial, semua orang biasa. Tapi yang tidak semua orang bisa adalah memahami sejarah dibalik Hari Ibu.

Penulis : Sri Destiana

Post a comment

0 Comments