INFOGRAFIS

header ads

Demonstrasi untuk HAM atau untuk APA?

Demonstrasi menuntut penegakkan HAM. Foto : Merdeka.com

Beberapa hari ini dunia kemahasiswaan heboh dengan cerita persoalan penganiayaan salah seorang mahasiswa saat aksi demonstrasi yang terpaksa dibubarkan di kantor gubernur sulawesi tenggara, tak luput dunia maya bahkan lebih panas dibandingkan forum diskusi ilmiah di kampus.

Banyak foto serta video yang beredar bagaimana kebiadaban aparat membubarkan dan menganiaya para demonstran yang didominasi oleh para orang tua kita yang berasal dari tanah wawonii yang sedang memperjuangkan hak mereka untuk menolak pertambangan masuk di pulau kelapa itu.

Dalam beberapa video kita akan melihat pasrahnya beberapa pemuda yang sedang dipukuli aparat yang tidak memiliki hati pada saat itu, mungkin juga kita akan melihat seorang ibu yang pasrah dan menangis ketika melihat  aparat yang entah memiliki akal atau tidak itu sibuk menembakan gas air mata dan mengejar para demonstran.

Setelah melihat semua video dan foto-foto itu kita semua pasti akan bersepakat bahwa semua itu merupakan tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia, sebab aparat tidak memiliki kewenangan untuk menganiaya pemuda dan masyrakat ketika melakukan aksi demonstrasi.

Setelah kejadian itu banyak pengurus organisasi baik internal kampus maupun organisasi eksternal mendiskusikan hal ini, tak luput juga golongan yang katanya aktivis juga ikut nimbrung persoalan ini dengan mulai berdiskusi dan konsolidasi untuk aksi, kajian-kajian isu mulai banyak digelar di meja warung kopi atau dipelataran tempat yang biasa dijadikan tempat diskusi.

Beberapa lembaga dan gabungan yang katanya aktivis mulai memasukan surat pemberitahuan aksi demonstrasi, akan tetapi sayang seribu sayang isu yang dibawa bukanlah isu yang diperjuangkan oleh demonstran yang dianiaya kemarin, mereka malah lebih memilih membawa isu pelanggaran HAM yang dilakukan aparat akan tetapi lupa bahwa masyarakat dan mahasiswa itu berjuang untuk membebaskan pulau mereka dari cengkeraman tambang yang dapat menghancurkan pulau itu.

Kita dapat mengira bahwa beberapa dari mereka hanya mencari panggung untuk dapat dilirik , tetapi lupa akan subtansi yang seharusnya mereka bawa, mungkin kita seharusnya mengingat sudah berapa kasus pelanggaran HAM di sulawesi tenggara yang diselesaikan dijalan demonstrasi, atau mungkin kita juga harus mengingat sudah berapa aksi demonstrasi yang mengatas namakan HAM yang diselesaikan dengan pelanggaran HAM juga atau dengan cara dibungkam dengan UANG.

Seharusnya kita yang berada di negara hukum ini melakukan langkah-langkah hukum untuk menyelesaikan permasalahan HAM, toh juga korban yang dianiaya sudah melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib, seharusnya pendampingan yang dilakukan, bukan hanya demonstrasi yang mengatas namakan HAM yang rentan untuk diperjualbelikan.

Penulis : Sim

Post a comment

0 Comments