INFOGRAFIS

header ads

Rilis Pers Tuntutan Front Rakyat Sultra Bela Wawonii

Suasana Konfresi Pers FRSBW. 

Aksi dari ratusan masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSBW) di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (06/03/2019) berujung bentrok. Tak sedikit sejumlah masa aksi menjadi korban amukan Polisi dan Satpol PP.

Seperti diketahui, aksi ini merupakan luapan protes masyarakat Wawonii   yang menghendaki pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Melalui konferensi pers yang dilakukan oleh FRSBW terbaru di Warkop Asa, Kambu, Kamis (07/03/2019), FRSBW kembali menegaskan beberapa fokus tuntutan pokok masyarakat Wawonii.

Berikut isi tuntutan Front Rakyat Sultra Bela Wawonii :
  1. Cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.
  2. Mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra untuk merealisasikan janji kampanyenya pada tahun 2018, yang menyatakan akan mencabut seluruh IUP  di Kabupaten Konawe Kepulauan.
  3. Menolak Keras Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan dijadikan sebagai areal pertambangan dalam pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sultra yang akan dilakukan di Kementerian Agraria pada hari Jumat tanggal 08 Maret 2019.
  4. Penyataan staf Gubenur Provinsi Sulawesi Tenggara di media adalah upaya untuk menghalang-halangi dan mengalihkan isu pencabutan IUP di Pulau Wawonii. Karena sejak awal gerakan ini dibangun selalu memberi ruang untuk berdialog dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara.
  5. Copot Kasat Pol PP Sultra dan Kapolres Kota Kendari serta mendesak Kapolda mengusut tuntas pelaku tindakan kriminal yang dilakukan oleh Satpol PP dan Kepolisian.
  6. Menyayangkan dan mengecam Kendari Pos atas pemberitaan peristiwa aksi yang dilakukan di Kantor Gubernur Sultra. Untuk itu kami mendesak pihak Kendari Pos untuk mengklarifikasi pemberitaan yang telah dibuat.

(R)

Post a comment

0 Comments