INFOGRAFIS

header ads

Tradisi dan Budaya Asal Papua, Perdana Digelar oleh Himpunan Mahasiswa Papua Kota Kendari


Ket : Tarian Seka

LPM Urita, Kendari - Aktivitas pelestarian budaya khas daerah gencar di motori oleh para mahasiswa. Untuk kali pertama, mahasiswa papua yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Papua (HMP) Kota kendari Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan dalam hal pelestarian tradisi-tradisi daerah mereka. Melalui kegiatan Bazar yang di laksanakan di Roemah Kopi 41 yang berada di Jl. Brigjen M. Yunus puluhan mahasiswa papua menampilkan berbagai budaya dan tradisi khas papua yang berlangsung mulai dari pukul 20.00 hingga 23.58 hari Jumat (16/08/2019).

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Kami dilahirkan dari budaya dan  dibesarkan di tengah keberagaman’. Pengambilan tema ini berangkat dari keberagaman agama, suku dan budaya masyarakat papua yang merupakan bagian dari makna Bhineka Tunggal Ika.

Berbeda halnya pelaksanaan Bazar yang kerap dilaksanakan di Kota Kendari, beberapa mahasiswa papua selain menampilkan skill menyanyi yang diiringi music acoustic juga mempersembahakan Tarian Seka, salah satu tarian adat masyarakat di Selatan Papua yang meliputi wilayah Timika, Kaimana, dan Fak-Fak.

Tari Seka adalah tarian yang melambangkan ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Tarian ini ditampilkan dengan seadanya tanpa mengurangi esensi keindahannya. Di kutip pada Juli lalu, tarian ini oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah diusulkan agar tarian ‘Seka’ ditampilkan saat acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Provinsi Papua mendatang.

Ket : photobooth bertema alam papua
Beberapa hasil kreatifitas mahasiswa papua ini juga menjadi titik perhatian pengunjung yang datang. Photo booth yang di pasang di samping stand music di penuhi pengunjung untuk berswafoto, sebab pada tempat itu telah dihiasi gambar khas keindahan alam papua serta gambar burung cendrawasih yang mejadi ikon dari alam papua.

Masih banyak lagi, tari Yamko Rambe Yamko yang dikolaborasi dengan tarian Apuse, beatbox, serta tari Okules.

Oleh  Sondaiworu, mahasiswa  Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo kelahiran Papua, mempersembahkan lagu Danau Panjaimanise yang merupakan lagu daerah asal Kabupaten Paniai. Lagu ini bercerita tentang keindahan alam di Danau Paniai.

Terlepas dari rangkaian acara khas daerah yang menyegarkan itu, Yimiksa Gwijangge selaku Ketua Umum HMP Kota Kendari Prov. Sultra memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan secara maksimal serta  menaruh harapan agar kegiatan ini bisa membawa nama baik HMP.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah menggelar kegiatan ini dan harapan saya dengan terlaksana kegiatan ini untuk nama baik himpunan, terus kita disini kan, kalo aktif kuliah tidak pernah gabung, maka kita ramaikan terus berkenalan dengan teman-teman disini. Terus kita perkenalkan kita punya adat, budaya, dan tarian.” Ungkapnya saat ditemui disela-sela berlangsungnya kegiatan.

Yimiksa juga mengabarkan bahwa pada bulan September mendatang akan digelar peringatan Hari Ulang Tahun HMP.

“Tanggal 15 itu ada ulang tahun himpunan, trus kita himpunan ini berkerja keras, kita mandiri karna kita mahasiswa sebagai anak perantau jadi kita mengingat untuk masa depan.” Tuturnya dengan wajah semangat.

Ketua panitia pelaksana, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selain untuk mengatasi kondisi keuangan dalam menghadapi kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan September juga untuk meperkenalkan wajah budaya dan tradisi papua.

“Berdasarkan kegiatan yang akan kami adakan, kaya Bina Akrab kemudian HUT, untuk sedikit mendongkrak keuangan, memperkenalakan budaya dan tradisi papua seperti bagaimana. Ini baru pertama  kali dilakasanakan Himpunan Mahasiswa Papua yang ada di Kendari.” Jelas Wahyu.

Seperti halnya Yimiksa, Wahyu juga menambahkan harapannya agar kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan persaudaraan antar anggota HMP.

“Harapan dari kegiatan ini untuk membentuk rasa solidaritas sesama angkatan serta untuk hubungan persaudaraan yang baik dengan senior di dalam ataupun di luar organisasi. semoga dengan contoh apa yang kami berikan untuk adik-adikyang baru datang bisa diterapkan dan bahkan mungkin bisa direalisasikan lebih baik.” Tambahnya.



Penulis : Esraimta Tarigan

Post a comment

0 Comments