INFOGRAFIS

header ads

Ketika Mahasiswa Hanyalah Banci Bergaya Hero

Mahasiswa FHIL

Senior - seniorku yang budiman dan pemberani.

Betapa bahagia hatiku pertama kali tahu, saya salah satu lulus di kampus Universitas Halu Oleo.
Saya senang karena semasa sekolah saya sering dengar cerita teman-teman dari kakakku yang datang sekedar ngopi dirumah dan berbagi kisah aktivitas mereka dikampusnya. Yang paling menarik bagi saya dari banyak cerita tentang pacar, kuliah dan demonstrasi, soal demonstrasi ini yang paling suka saya dengarkan. Sambil menyuguhkn kopi dan sedikit kue kering sengaja saya mengambil tempat tak jauh dari tempat mereka berdiskusi.

Dalam hatiku, betapa mulia hati kakak dan teman-temannya rela kena pentungan, kena gas air mata di kejar polisi karena berjuang untuk nasib rakyat. Maka ketika pertama kali menginjakkan kaki di kampus saya sudah berniat untuk mencari organisasi yang bisa melatih saya menjadi salah satu aktivis perempuan.

Yaaa, baru saja mengikuti perkuliahan, hari yang ku tunggu itu datang, benar tanggal 26 September kemarin ada demonstrasi besar dari berbagai kampus di Kendari. Luar biasa rasa berada dalam barisan para pejuang. Bersama kita merasakan semburan gas air mata, hingga DOOOORRR sebuah peluru tajam menghujam menembus badan seorang pejuang. Saya tak mengenalnya, yang saya tahu dia lebih senior dari saya dan kemudian namanya di publikasi dan saya tahu namanya adalah Randy.

Air mata kembali menetes di pipiku, tapi kali ini bukan karena gas air mata. Pejuang itu telah tiada!
Belum hilang kesedihan itu, kembali kabar duka hadir seorang patriot muda bernama Muh. Yusuf Kardawi mahasiswa muda juga telah gugur dalam satu ibadah mulia, dia pejuang yang ku kagumi. Saya bangga punya senior seperti kedua pahlawan ini, walau mereka sama sekali tak mengenalku. Tapi ku kenali mereka sebagai Martir yang hebat.

Namun melihat perkembangan akhir akhir ini kembali di kamar kontrakanku air mataku jatuh lebih deras dari hari gugurnya dua patriot itu. Sungguh ku sadari segala pikiran dan pemahamanku tentang aktivis kampus, Kehebatan ketua - ketua Lembaga dan kamu lelaki di kampusku berubah seketika.

Aku menyadari se sadar - sadarnya, suluruh penilainku sebelumnya adalah keliru. Karena yang ku jumpai di kampusku hanyalah mayoritas banci yang bergaya hero.
Andai saja aku terlahir dari keluarga yang berlebih, ingin sekali ku hadiahi para pembacot itu dengan ROK PINK dan baju renda - renda, dan biarkanlah kamous ini seluruhnya menjadi kampus bagi para perempuan.

Dua nyawa manusia tidak cukup untuk membayar bersatunya mahasiswa. Bersolidaritas sepertinya terlalu mahal bagi para intelektual karbitan ini. 

Sungguh!!!

Ingin banyak kutulis lagi. Tapi apa gunanya jika hanya sampai kepada tangan - tangan penakut dan banci kaleng.

Perkenalkan

Saya, WAODE REGINA TRIA KIRANI (Mahasiswa Baru F. Hut)

Post a comment

0 Comments