INFOGRAFIS

header ads

Mahasiswa Kaget-Kagetan, Server Kampus Prank Nominal Biaya Kuliah

Sumber : https://suluhpergerakan.org/memahami-skema-liberalisasi-pendidikan-tinggi-di-indonesia/

LPM Urita, Kendari - Pagi ini seperti biasanya saya bangun telat. Sekitar pukul 09.11 pagi hari itu, saya bangun dari titik jatuh saya saat menikmati mimpi malam. 

Setelah mencuci muka di kamar mandi, saya kemudian mengambil air mineral untuk diteguk sebagai pelepas dahaga pagi. Dan seperti biasanya, saya menginap bukan di kamar yang saya kontrak. Kali ini saya tidur di salah satu kontrakan teman sekelas saya.  

Keseluruhan dari jumlah kami yang menginap adalah 8 orang. Kami semua kuliah di fakultas yang sama di salah satu kampus negeri bagian Indonesia Timur.  Saya, La Ope, La Guse, Wa Beko, dan La Olu yang sudah dalam keadaan sadar. Tiga orang lainnya masih terlelap di pembaringan.

Pagi itu berlangsung dengan tak ada hal yang luar biasa. Namun, beberapa dari kami yang sedang membincangkan persoalan biaya kuliah yang akan jatuh tempo di tanggal 25 Januari, dihebohkan oleh suara kaget dari La Ope.

“Astaga, UKT-ku da turun bela, betukah ini? Coba korang cek punyanya koorang juga”. Pekiknya memecah keheningan pagi itu setelah melihat nominal UKT yang tertera pada akunnya di sistem akademik kampus.

“Bahh, tidak mungkin segampang itu kampus da mo kasi turun UKT-nya kita. Dimana ko dapat informasinya itu?”. Tanya La Guse dengan nada tidak percaya.

“Ko cek pale di siakadmu”. Perintah La Ope masih dengan wajah kaget menatap layar Handphone miliknya.

“Alehh, kenapa saya ini UKT Nol da jadi satu juta lima ratus juga UKT-ku. Kemarin-kemarin seratus ribu sa membayar”. Timpal Wa Beko yang merupakan mahasiswa penerima program UKT Nol.

“Oh, mungkin disama ratakan semua ini UKT-nya kita bela. Coba sa tanya dulu temanku di Fakultas Kedokteran pale, karna dia UKT-nya 20 juta, siapa tau da turun juga”. Tambah Wa Beko mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi pada server siakad kampus sambil men-chatting temannya lewat Whatsapp.

“Ah, sa mo pergi langsung di bank pale supaya sa langsung bayar. mumpung da masih rendah UKT-ku, jangan sampai sebentar da naik lagi bela”. Kata La Ope lagi

“Inka saya da sudah terhapus mi lagi nominal UKT-ku yang di siakad, tadi sa cek masih satu juta lima ratus juga, sekarang da hilangmi karna sa bidikmisi". Kata La Guse membuat langkah La Ope terhenti.

"Astaga iya pale, inka kita di-prank sama kampus sendiri ini. Dan ini he, coba koorang baca. Ada katanya mahasiswa yang dapat informasi dari pihak kampus, katanya ada kesalahan dari server kampus kita, dan seluruh kantor bank di provinsi ini diberitahukan agar tidak menerima pembayaran SPP mulai hari ini, sampai ada info selanjutnya". Kata Wa Beko sambil menyodorkan HP-nya pada yang lain.

"Kalo begini mending sa lanjut tidur lagi pale. Tidak ada juga yang paksa kita kuliah di kampus itu. Ehh, sa mengantuk beh". Kata La Ope dengan wajah ditekuk.

Begitulah percakapan kaget-kagetan nan singkat hari ini saat mendengar kabar tetang persoalan biaya kuliah di kampus kami.

Penulis : Temannya La Guse

Post a comment

0 Comments