INFOGRAFIS

header ads

Tidak Enaknya Menjadi Dinda

Sumber : https://kavling10.com/2018/08/jangan-menunduk/

LPM Urita, Kendari - Apalah arti eksistensi seorang Kanda, bila tak ada satu pun yang mendengarnya, tak ada yang bisa disuruh-suruhnya, pun dengan yang bisa dimanfaatkannya. Selayaknya penindas butuh subyek yang ditindasnya agar eksistensinya tetap terjaga. Pun keberadaan seorang Kanda, tidak afdal bila tak ada Dinda yang bisa dimultifungsiinya. Tak ubahnya, Kanda tidak bisa hidup tanpa keberadaan Dinda.

Sebaik-baiknya Dinda adalah ia yang dapat disuruh sana, disuruh sini. Ia yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan Kanda. Dinda yang baik adalah Dinda yang mau menuruti segala kemauan Kanda. Sekali pun itu diminta untuk menjadi aktivis panggilan.

"Dinda ada kasus ini, coba ko demo kita dulu ...." Pinta Kanda. Dan demo pun terjadi.

Dinda yang berkeringat, Kanda yang menuai hasil. Dinda yang berteriak, Kanda yang mendiamkan. Kanda pun menang banyak. Untung-untung Dinda dapat tampias dari Kanda yang mau berbagi. Sekali pun tak sebesar apa yang Kanda dapati, padahal Dinda yang menguras tenaga, menerobos panas, menghabiskan suara, tak jarang beradu fisik dengan para penjaga sewaktu di medan peluapan protes, tapi lagi-lagi Dinda hanya seorang pion, dan yang menggerakkan adalah Kanda. Yang menyusun semua rencana itu adalah dia.

"Ini bagianmu Dinda, nanti saya hubungi lagi e." Pesan Kanda kepada Dinda.

Itu belum seberapa. Nasib teburuk menimpa Dinda-dinda yang tidak tahu-menahu apa-apa. Tidak sadar, kalau dirinya telah masuk dalam perangkap Kanda-kanda yang lihai memanfaatkan. Yang mulanya Dinda-dinda itu tergiring melawan karena semangat heroisme. Kanda yang mengobarkan semangat Dinda-dinda itu. Hingga para Dinda berani. Hingga para Dinda berapi-api. Mereka pun beraksi. Tak kenal takut. Tak kenal lelah. Semua karena demi membela rakyat, katanya.

Kanda merasa berhasil usai melihat para Dinda yang bergerak. Senyum-senyum kucing keluar. Pertanda panen kertas bernilai sesaat lagi tiba.

"Terus aksi Dinda," batin Kanda yang penuh muslihat.

Banyak kanda yang bermuka dua. Dan banyak Dinda yang tidak sadari. Banyak Dinda yang gemar berorasi. Dan banyak Kanda yang jago mengakali, pandai memetik manfaat dari setiap momen gerakan.

Jadi, hati-hati untuk kepada setiap Dinda. Ada Kanda yang memantau. Yang sedia selalu mendayagunakan jasa Anda. Berhenti bergerak bukanlah alternatif pilihan. Ada pilihan lain yang lebih terhormat. Buat perlawanan dengan rapi guna mempersempit ruang pemanfaatan para Kanda. Jalannya tiada lain, para Dinda harus memperkuat literasi gerakan. Jika tak mau dibodohi melulu oleh para Kanda.

Oleh : Marx Law

Post a comment

0 Comments