INFOGRAFIS

header ads

Mapatek Restoe Boemi Resmi Mendeklarasikan Diri



LPM URITA, KENDARI - Mahasiswa Fakultas Teknik UHO mendeklarasikan Mahasiswa Pencinta Alam Teknik (Mapatek) yang diberi nama Restoe Boemi di kelurahan Bungkutoko, Jumat (28/8/2020).

Deklarasi ini dirangkaikan dengan seminar lingkungan hidup oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI). Setelah seminar kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Besar (Mubes).

Ketua panitia Ad Hoc, Mu'min mengatakan pembentukan Mapatek ini didasari atas banyaknya minat mahasiswa teknik terhadap aktivitas di alam terbuka. Selain itu, menurut Mu'min terbentuknya Mapatek ini untuk mengarahkan ilmu terapan yang ada Teknik agar dapat berkarya dengan berbasiskan lingkungan.

"Kita juga melihat beberapa tahun terakhir telah terjadi bencana alam yang diakibatkan kerusakan lingkungan terkhusus di Sultra. Kami sebagai mahasiswa seharusnya mampu berkontribusi untuk meminimalisir kerusakan lingkungan," ungkap Mu'min usai pembukaan deklarasi, di kantor kelurahan Bungkutoko, Jumat (28/8/2020).

Mu'min menambahkan untuk kedepan Mapetek mempunyai agenda penting yakni perekrutan anggota dan kerja-kerja konservasi lingkungan. Kemudian harapan Mu'min terbentuknya Mapatek Restoe Boemi dapat dirasakan langsung manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.

Direktur WALHI Sultra, Udin turut mengapresiasi atas deklarasi Mapatek Restoe Boemi. Menurutnya akademisi kampus turut bertanggungjawab atas kajian yang diberikan kepada pihak pengeksplorasi sawit dan tambang di Sultra.

"Saya kira ini satu langkah maju terhadap kondisi lingkungan kita sekarang, kemudian apakah bisa menjadi harapan baru bagi kelompok-kelompok pemuda dan masyarakat. Selebihnya kita akan tunggu aksinya," ungakap Udin, disela-sela acara deklarasi.


Post a comment

0 Comments